Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

Tertibkan Pengguna Knalpot Bogar, Polsek Batui Razia Pelajar di Sekolah   |   Diduga 'Mebong' Campur Stres Mau Digugat Cerai, Pria di Bangkep Rusak Perabotan dan Dinding Rumah   |   Adu Kuat Honda CBR vs Mio Soul, Dua Pengendara Meninggal Ditempat   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Bupati Banggai Komitmen Lakukan Resertifikasi pada Pusaran Konflik Agraria

Red : Saiful Yamin
Kamis, 17 Jun 2021 | 03:22:18 WITA

Luwuk, CNA PAPER - Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin berkomitmen bakal melakukan resertifikasi lahan dalam upaya penyelesaian sejumlah permasalahan agraria di Kabupaten Banggai. Komitmen itu disampaikannya menyusul sejumlah kasus agraria yang nilainya cukup kompleks dan berlarut-larut.

Berita Lainnya

"Persoalan agraria di daerah ini sangat kompleks. Saya sering mendapatkan berbagai macam keluhan-keluhan masyarakat karena ada tumpang tindih sertifikasi. Ada orang yang punya sertifikat tiba-tiba dicaplok menjadi HGU. Nah, ini sering terjadi," ungkap Bupati Amir saat membuka resmi seminar Implementasi Reforma Agraria di Sulawesi Tengah yang berlangsung Hall Room, Hotel Santika, Rabu kemarin, 16 Juni 2021.

Atas kondisi itulah, Bupati yang baru menjabat satu pekan ini berjanji akan melakukan resertifikasi dalam upaya penyelesaian konflik dan pembenahan tata wilayah hak kepemilikan, "resertifikasi bukan relokasi ya," tandasnya.

Menurutnya, kasus lain yang banyak didapati pula adalah penempatan sertifikat lahan yang tidak sesuai dengan objek sebenarnya. Dan itu banyak terjadi di wilayah transmigrasi. "Karena terus terang banyak kejadian, ketika ditempatkan, sertifikatnya itu banyak bergeser dari tanah yang sebenarnya dia kerjakan," tambah Haji Amir, sapaan karib dari Bupati Banggai ini.

Untuk itu Ia berharap, dengan dilaksanakannya seminar reforma agraria tersebut, dapat melahirkan solusi-solusi baru yang kongkrit dan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan dalam seminar ini, bisa ada problema ini yang diangkat dan bagaimana solusi penyelesaiannya. Sehingga, ada masukan - masukan dari seminar ini kepada Pemerintah Kabupaten Banggai," tuturnya.

Hadir pula dalam kegiatan yang berlangsung hingga pukul 20.00 Wita itu, Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapaata sebagai Keynote Speaker serta Aktivis Agraria Eva Susanti Hanafi Bande.

Sementara peserta perwakilan masyarakat yang terdampak langsung pada pusaran konflik agraria yang turut hadir  adalah Ibu Samria versus PT. KLS, Ibu Widyastuti versus PT. Sawindo Cemerlang dan Koperasi Sawit Maleo Sejahtera, serta peserta lainny yang diikuti sejumlah elemen pemerhati agraria dan para mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, hadir perwakilan Badan Pertanahan Nasional di Luwuk Banggai, serta perwakilan Pemda Banggai sebagai narasumber.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved