Global Sports Berita Politik Reportase Fokus Info Rilis Pariwara Bisnis
Editor's

PAM Pilkades Harus Netral dan Jangan Terprovokasi   |   Polisi Belum Ungkap Dugaan Kasus Pembunuhan Petani di Toiba   |   Pembuatan Kartu Keluarga Tahun 2014 Kebawah Diminta Melapor   |  

Dukung Independensi jurnalisme yang tidak berpihak

Yap Thiam Hien Award 2018 Diraih Eva Bande dan Kelompok Sedulur Sikep

Red : Saiful Yamin
Kamis, 13 Des 2018 | 11:24:49 WITA

JAKARTA,  CNA DAILY -- Yayasan Yap Thiam Hien memutuskan memilih aktivis perempuan asal Sulawesi Tengah, Eva Susanti Hanafie Bande sebagai pemenang Yap Thiam Hien Award 2018. Selain Eva penghargaan juga diterima komunitas Sedulur Sikep di Jawa Tengah.

Berita Lainnya

Melalui seleksi penjurian ketat, keduanya dinilai layak mendapat penghargaan dalam bidang penegakan hak asasi manusia.

Seperti rilis yang diterima CNADaily Keduanya terpilih karena perjuangannya baik sebagai pejuang yang mempertahankan tanah adat dari kerusakan lingkungan maupun keberhasilan mereka menerapkan kearifan lokal untuk menjaga dan merawat Ibu Bumi.

Untuk Eva Bande sendiri, dia dikenal belasan tahun mengarungi gerakan agraria, dimana  Eva berjuang membela petani Toili yang mempertahankan tanah adat dari kerusakan alam di Luwuk, Sulawesi Tengah.

Eva sempat ditangkap dan dipenjara pada tahun 2010 dan pada Desember 2014 dibebaskan dengan grasi dari presiden. Saat ini Eva juga tengah mengupayakan pemberian sertifikat hak tanah adat di Luwuk sesuai program reforma agrarian era Presiden Joko Widodo.

Sementara Sedulur Sikep, kelompok masyarakat yang dengan kejujuran, kepolosan serta keajegan menjaga harmoni alam dalam interaksi sosial di wilayah Pegunungan Kendeng. Nilai leluhur yang hingga kini menjadi laku dasar komunitas Sedulur Sikep adalah “tugas manusia sekedar menjaga, merawat dan memanfaatkan alam, bukan malah merusak apalagi mengubah bentang alam.”

Nilai inilah yang diyakini bahwa Jawa Tengah merupakan lumbung pangan Nusantara, sehingga memberikan pemahaman akan pentingnya air dan tanah bagi kehidupan. Prinsip ini pula yang kemudian melahirkan nafas panjang perlawanan terhadap pertambangan dan industri semen di Jawa Tengah

Peraih Yap Thiam Hien karena Berjuang Tanpa Kekerasan

Kelompok juri penghargaan Yap Thiam Hien 2018 terdiri dari sejumlah orang. Selain Yosep dengan latar belakang Dewan Pers dan Imdadun seorang pegiat isu pluralism, ada pula Makarim Wibisono (Diplomat Senior), Clara Joewono (pegiat isu HAM), Henny Supolo (aktivis pendidikan), Maria Hartiningsih (aktivis perempuan), dan Haris Azhar (pegiat isu hukum)

Menurut Imdadun, pertimbangan juri memilih Eva Bande dan Sedulur Sikep adalah karena keduanya merupakan sosok dengan perjuangan panjang menjaga dan merawat bumi nusantara. Mereka berjuang mempertahankan tanah adat dari kerusakan  lingkungan.

Ketua Dewan Pers Yosep 'Stanley' Adi Prasetyo yang juga merupakan salah satu juri mengatakan, pemilihan kedua pemenang didasarkan pada perjuangan mereka tidak dengan jalan kekerasan.

“Hal yang penting di dalam kami memilih dua nominee ini menjadi pemenang, Eva Bande dan Sedulur Sikep adalah keduanya ini memilih jalan nonviolence. Ketika melakukan gerakan-gerakan itu, dimulai dari gerakan yang kecil, kemudian menginspirasi kelompok-kelompok masyarakat sekitarnya untuk memberikan dukungan. Dan pilihan itu juga dipadukan dengan budaya setempat, local wisdom, dan itu menghasilkan suatu kekuatan yang luar biasa," kata Stanley.

Penghargaan Yap Thiam Hien 2018 akan diserahkan kepada pemenang pada malam penganugerahan yang rencananya akan dilaksanakan  pada pertengahan Januari 2019 mendatang.



Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber
Jurnalisme Positif | Info Iklan | Ketentuan Khusus | Karir



DOWNLOAD APLIKASI
 

Copyright © 2018 CNA Daily
Allright Reserved